Uji Coba Nuklir Bawah Tanah Korea Utara
Pada tanggal 9 Okober 2006 untuk pertama kalinya Korea Utara melakukan uji coba nuklir dibawah tanah. Sebelumya pemerintah korea pada tanggal 4 Oktober 2009 mengumumkan kepada Pemerintah Cina 20 menit sebelum melakasanakan uji coba tersebut. Uji coba nuklir di bawah tanah ini merupakan kali pertama bagi pemerintah Korea Utara, walaupun sebelumnya mereka pernah melakukan uji coba nuklir lainnnya pada sekitar tahun 1980-an. Uji coba semacam ini sebelumnya juga pernah dilakukan oleh India dan Pakistan pada tahun 1998.
Hal tersebut menunjukan kembali akan eksistensi Korea Utara sebagai salah satu negara di Asia yang memiliki kemampuan senjata nuklir. Pengayaan uranium serta pengolahannya dilakukan kembali oleh pemerintah Korea Utara pada tahun 2003 di wilayah Yongbon, yang diikuti dengan keluarnya Negara tersebut dari Traktat Non Proliferasi Nuklir. Pada bulan juli 2005 Korea Utara mendeklarasikan diri telah memproduksi senjata nuklir. Pada pertengahan 2006 ISIS memperkirakan bahwa Korea Utara telah memproduksi 43 sampai 61 Kg plutonium, yang mana 20 sampai 53 Kg diproduksi secara terpisah. Jumlah ini cukup untuk membuat 4 sampai 13 senjata nuklir.
Selain itu Korea Utara juga pernah mengembangkan arsenal misil balistik untuk mencegah ancaman militer dari negara lain yang mengarah kepada mereka yang kebanyakan senjata nuklir berskala kecil seperti :
- Nodong misil yang dapat membawa 1000 Kg plutonium sejauh 1.500 km, cukup untuk menghancurkan seluruh bagian Negara Jepang.
- Taepo Dong 1 dapat membawa 150 kg plutonium sejauh 2.300 Km
- Korea Utara baru-baru ini mengembangkan sebuah misil yang memiliki basis teknologi dari Soviet ( R-27 ), dengan jangkauan 3.500 Km cukup untuk menjangkau Guam.
- Taepo Dong 2 telah dujicoba dengan jarak tempuh 6.000 Km, yang sanggup menjangkau Alaska meskipun hanya membawa 300 kgplutonium.
Korea Utara memproduksi hulu ledak nuklir untuk Nodong, Taepo Dong 1 dan Taepo Dong 2. Mereka juga telah mensuplai beberapa misil dan komponen-komponen nuklir kepada Iran dan Pakistan.
Source : http://www.johnstonsarchive.net/nuclear/dprk-ntest.html




